PERAN MEDIA DALAM PENYEBARAN NILAI AGAMA
Internet dan media sosial telah mengubah cara masyarakat dalam konsumsi informasi. Meski begitu, dikalangan masyarakat menengah ke bawah atau pun yang umurnya di atas 50 tahun, media massa masih menjadi pilihan utama dalam konsumsi informasi. Orang dapat terhubung dengan orang lain di seluruh dunia, menjalin hubungan sosial, dan berbagi pengalaman dengan cepat dan mudah melalui media sosial dan aplikasi pesan instan (Rokhman & Pristiwati, 2023).
Contoh acara yang membawa nilai keagamaan
- Siraman Qolbu Mamah Dedeh
- Ruqyah, Ustadz Faizar
- Mimbar Agama Kristen
- Login, Habib Ja’far dan Onad
Media Massa dan Media Sosial
saling mempengaruhi
Hari ini adalah musimnya
viralitas, dan yang viral kadang di media social terlebih dahulu atau
sebaliknya. Namun, dominasi media social semakin tak terbendung, yang berdampak
pada penentu isu yang berkembang di masyarakat dominan oleh media sosial.
Media Bisa Memperkuat dan Melemahkan
Memperkuat
- Kecepatan penyebaran infromasi, nilai-nilai yang tersebar jadi lebih mudah diakses
- Pilihan informasi yang sangat beragam dan sesuai kebutuhan
- Lebih efektif dan efisien dalam menyebarkan nilai agama
- Membangun dan meyakinkan suatu nilai
- Menciptakan viralitas baru dengan sharing same interest
Melemahkan
- Sinkretisme pengalaman, menggabungkan dan menterjemahkan sendiri pengalaman yang terjadi terkait spiritualitas masing-masing
- Agama kafetaria, lebih mempercayai diri sendiri dan penilaiannya sendiri dibandingkan mempercayai ulama atau doktrin-doktrin agamanya.
“Jika anda tidak berhati-hati,
surat kabar akan membuat anda membenci orang - orang tertindas, dan mencintai
orangorang yang melakukan penindasan” (Malcolm X)
Kesimpulan
Media memiliki peran untuk
melemahkan dan juga memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat. Di satu
sisi, teknologi komunikasi massa, memiliki potensi besar untuk menyebarkan
pesan-pesan Islam dan mendukung dakwah dengan cara yang efektif dan luas. Namun,
di sisi lain, dapat membawa dampak negatif, seperti menyebabkan kepercayaan
takhayul, penyebaran informasi palsu, dan pengaruh negatif terhadap moralitas
dan perilaku masyarakat.
Komentar
Posting Komentar