KRITIK MEDIA DALAM PERSPEKTIF AGAMA




Kritik adalah penilaian, maka teks kritik juga memiliki tujuan dalam menjelaskan kelebihan dan kekurangan suatu hal seperti karya. Selain itu, kritik juga bisa memberikan masukan atau solusi kepada para pencipta suatu karya. Bisanya, beberapa hal yang kerap mengalami kritik adalah film, sastra, musik, lukisan, tarian hingga drama.

Kata kritik sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Clitikos yang memiliki arti pembeda. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kritik merupakan kecaman atau tanggapan atau kepuasan yang kadang-kadang juga disertai dengan uraian serta pertimbangan baik dan buruk suatu hasil karya, pendapat dan lain sebagainya.

Dalam arti lain, kritik juga bisa diartikan sebagai pendapat terhadap pendapat lain yang didasarkan oleh suatu pengamatan serta analisis terlebih dahulu yang kemudian akan diinterpretasikan terhadap suatu posisi pendukung maupun yang tak mendukung, bertentangan atau tak bertentangan terhadap objek yang sedang dikritik tersebut


Pembagian Kritik

  • Kritik Jurnalistik

Kritik jurnalistik adalah kritik tentang hasil penelitiannya akan disampaikan secara terbuka kepada para public. Biasanya, kritik jurnalistik akan diungkapkan pada media massa seperti koran. Kritik jurnalistik tak hanya pada karya seni saja, tetapi juga kegiatan pamerannya.

Ada beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh kritik jurnalistik, diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  1.  Ditulis untuk pembaca surat kabar.
  2. Tidak banyak menyita kolom pemberitaan dalam surat kabar.
  3. Waktu penulisan terbatas.
  4. Hanya bersifat sebagai pemberitaan saja

  • Kritik Populer

Gaya bahasa yang digunakan pada karya populer akan lebih mudah dipahami oleh orang awam. Hal ini karena adanya penggunaan istilah sederhana. Selain itu, penulisan kritik populer juga bisa dibuat oleh para penulis yang memang tidak memiliki keahlian khusus dalam dunia seni.

Beberapa ciri dari kritik populer adalah sebagai berikut ini.

  1. Dapat ditulis oleh penulis umum.
  2. Melihat realitas yang tengah berkembang di masyarakat.
  3. Bahasanya mudah dicerna dan lebih sederhana

  • Kritik Kependidikan

Biasanya, kritik kependidikan ini digunakan pada lembaga pendidikan seni. Oleh karena itu adanya kritik kependidikan akan mampu meningkatkan kualitas karya seni dari padapeserta didik. Jika diterapkan pada lembaga pendidikan seperti sekolah umum, maka keberadaan dari kritik kependidikan atau pedagogic ini akan ada di mata pelajaran seni.

Sama seperti jenis kritik lainnya, kritik kependidikan juga memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

  1. Bersifat responsif.
  2. Terdapat acuan standar nilai.
  3. Dilakukan di lingkungan lembaga kependidikan.
  4. Adanya keleluasaan diskusi

  • Kritik Ilmiah

Biasanya kritik ilmiah ini disampaikan oleh kritikus yang memang sudah ahli di bidang tertentu dan memiliki kaidah mengikuti metodologi metodologis.

Adapun ciri dari kritik keilmuan adalah sebagai berikut.

  1. Menerapkan metodologi atau kaidah-kaidah tertentu dalam mengkritik.
  2. Hasilnya tidak bersifat mutlak.
  3. Bersifat ilmiah.
  4. Dikembangkan oleh peneliti secara netral dan adil

 

Tips Memberikan Kritik yang Membangun

  1. Memulai Dengan Cara yang Positif
  2. Hindari Adanya Emosi
  3. Utarakan Pendapat Secara Spesifik
  4. Berikan Dorongan agar Bisa Otokritik
  5. Lebih Berfokus pada Perilaku Dibandingkan pada Orangnya
  6. Berikan Masukan yang Membantu (jika bisa)
  7. Hindari terlalu Banyak Berkata-kata
  8. Tahu Kapan Harus Berhenti
    
      Contoh Kasus:
        

Serial drama Malaysia Bidaah, yang menampilkan karakter Walid Muhammad sebagai pemimpin sekte sesat, telah memicu perdebatan luas dari perspektif keagamaan. Serial ini menggambarkan penyalahgunaan agama untuk kepentingan pribadi, yang menimbulkan berbagai tanggapan dari kalangan religius.

Kritik dari Perspektif Agama

  1. Penyalahgunaan Simbol Keagamaan

Karakter Walid, yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan memimpin sekte Jihad Ummah, menggunakan simbol dan retorika keagamaan untuk memanipulasi pengikutnya. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk penyesatan yang serius dalam Islam, karena memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi dan kekuasaan.

     2. Penggambaran Ritual Menyimpang

Serial ini menampilkan adegan-adegan kontroversial, seperti praktik pernikahan 'batin' dan pengikut yang meminum air mandi Walid sebagai bentuk keberkahan. Adegan-adegan ini dianggap melecehkan praktik spiritual dan dapat menyesatkan pemahaman masyarakat tentang ajaran Islam yang sebenarnya.

     3. Potensi Menyesatkan Masyarakat

Dengan menampilkan penyimpangan ajaran agama dalam bentuk dramatik, ada kekhawatiran bahwa penonton yang kurang memiliki pemahaman mendalam tentang Islam dapat terpengaruh atau salah memahami pesan yang disampaikan. Hal ini menekankan pentingnya literasi agama yang kuat di kalangan masyarakat.

Kesimpulan

Bidaah menyoroti isu sensitif tentang penyalahgunaan agama, yang menimbulkan berbagai reaksi dari kalangan religius. Sementara beberapa pihak mengkritik penggambaran yang dianggap melecehkan ajaran Islam, lainnya melihatnya sebagai kritik sosial yang penting. Serial ini menekankan perlunya pemahaman agama yang mendalam dan kemampuan berpikir kritis untuk mencegah terjerumus dalam ajaran sesat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN MEDIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP AGAMA