LITERASI DIGITAL DALAM PERSPEKTIF AGAMA

Keberadaan agama adalah untuk menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi oleh manusia. Karena itu, agama kemudian diajarkan atau disampaikan secara langsung atau real religion dari pendakwah agama kepada yang didakwahinya. Namun demikian, saat ini muncul fenomena baru yang disebut cyber religion, yang dipercepat munculnya oleh dampak pandemi Covid-19, yang juga menjadi perhatian pemerintah melalui Program Literasi Digital Nasional. Sebagaimana diketahui, bahwa pandemi virus adalah salah satu bentuk disrupsi global terbesar dalam sejarah peradaban manusia yang dialami oleh negara Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya.

Pengertian Literasi Digital

  1. Apa maksud dari data?
  2. Kenapa harus ada data?
  3. Bagaimana cara data digunakan?

Literasi digital adalah kemampuan seseorang untuk memanfaatkan teknologi digital dan internet secara efektif dan bijaksana. Melek aksara media dimulai di Inggris dan Amerika Serikat masing-masing sebagai akibat propaganda perang pada 1930-an dan munculnya iklan pada 1960.

Menurut Fukuyama, untuk mencegah kehancuran umat manusia lebih jauh, diperlukan satu komisi kolaboratif-integratif yang terdiri dari para ilmuwan, agamawan, sejarawan dan para ahli bioteknologi, dengan tugas utamanya mengkaji implikasi moral dan sosial dari hasil-hasil penelitian bidang bioteknologi tersebut.

Dengan kata lain, untuk menghadapi disrupsi yang diakibatkan oleh bioteknologi, Fukuyama menghendaki adanya kolaborasi-integrative antara ilmuwan dan agamawan secara interdisipliner serta integrasi antara ruang manual dan digital dalam menyampaikan ajaran agama.

Terjadinya hoaks, bukan hanya karena berita tersebut memang fiktif. Namun kesalahan dalam membaca dan mengolah data menjadi sebuah informasi dan ide itu juga merupakan kebohongan. Dalam perspektif islam, hoaks dikategorikan sebagai infromasi fiktif untuk tujuan tertentu yang dapat merugikan orang lain.

Karenanya, kita dituntut untuk pandai berliterasi digital di era banjir infromasi seperti saat ini. Tipsnya :

  1. Elemen Berita Hoaks, biasanya mengandung kata yang hiperbola. Seperti Sebarkanlah! Viralkanlah!
  2. Verifikasi Sumber, cari sumber paling dipercaya.
  3. Cek Gambar dengan aplikasi atau website fact checking.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN MEDIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP AGAMA