MEDIA DAN KONFLIK KEAGAMAAN
Masyarakat dalam berbagai permasalahannya seperti etnik, perebutan tanah, maupun truth claim agama, kerap menjadi latar belakang terjadinya konflik kekerasan.
Mungkin kita pernah mendengar kasus Ahok pada pilkada DKI Jakarta
di 2017 lalu. dalam pernyataannya terkait ayat Al-Qur’an, masyarakat khususnya
umat islam ikut menyuarakan pendapatnya melalui media social serta aksi damai
turun ke jalan menuntut Ahok untuk di proses secara hukum.
Para kriminolog, sosiolog maupun agamawan, cukup banyak yang
mencoba membangun analisis untuk menjawab masalah kenapa di negara berpenduduk
mayoritas beragama khususnya muslim di Indonesia, konflik agama begitu gampang
tersulut?
PENGERTIAN KONFLIK & KONFLIK KEAGAMAAN
Konflik, secara etimologi memiliki
banyak arti bisa berarti bentrokan, cedera friksi, kelahi, konfrontasi, percekcokan,
pergesekan, perpecahan, dan perselisihan.
Konflik keagamaan yaitu berbagai
tindak kekerasan, bentrokan, dan lain sebagainya yang di picu oleh simbol-simbol
keagamaan.
ISU-ISU KONFLIK KEAGAMAAN DI
INDONESIA
- Isu moral, yaitu seputar perjudian, miras, narkoba
- Isu Sectarian, yaitu isu yang melibatkan perseteruan terkait interpretasi atau pemahaman ajaran dalam komunitas tertentu
- Isu Komunal, yaitu isu yang melibatkan perseteruan antar komunitas agama, seperti konflik muslim-kristen
- Isu Terorisme, yaitu isu yang terkait dengan aksi aksi terror dengan sasaran kelompok keagamaan atau hak milik kelompok agama tertentu.
- Isu Politik-Keagamaan, adalah isu-isu yang melibatkan sikap anti terhadap kebijakan pemerintah asing
- Isu lainnya, meliputi isu subkultur keagamaan mistis seperti santet, tenung, dan sebagainya.
PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
- Media sebagai interlocutor
- Media sebagai window on event and experience
- Media sebagai guide atau interpreter
- Media sebagai filter atau gatekeeper
- Media sebagai a mirror of event in society and the world, implying a faithful reflection
PERBANDINGAN ANTARA
PEMBERITAAN DAMAI DAN MENIMBULKAN KONFLIK
|
Aspek |
Jurnalisme Damai |
Jurnalime Perang |
|
Tujuan Utama |
Meredakan konflik,
mendukung perdamaian |
Memperbesar konflik,
fokus pada sensasi |
|
Sudur
Pandang |
Multi perspektif,
semua pihak diberi ruang |
Sepihak atau
dominan satu pihak |
|
Isi
Pemberitaan |
Akar masalah,
solusi, proses damai |
Kekerasan,
korban, kerusakan |
|
Judul/Headline |
Menenangkan,
mendorong dialog |
Provokatif,
dramatis |
|
Fokus Berita |
Penyelesaian masalah,
rekonsiliasi |
Dampak negatif
konflik (mayar, kebakaran) |
|
Etika |
Menolak propaganda
dan kebohongan |
Cenderung memihak
atau menyudutkan |
|
Contoh
Headline |
“Warga Tolak Perang
Suku”, “Minta
Penyelesaian Bijak” |
“95 Rumah
Dibakar”, “2 Orang Tewas Di Konflik” |

Komentar
Posting Komentar